Setiap kali selesai mengetik pesan ke nomor w******p Ayek, Mei Hwa menghapusnya kembali. Sudah tujuh kali ia begitu. Ada perasaan takut pesannya akan diabaikan, mengingat kali terakhir menelepon, kekasihnya itu berbicara ketus. Mei Hwa sadar, Ayek punya alasan kenapa bersikap tidak menyenangkan itu. Namun ia tidak mau berspekulasi. Yang pasti ia merasa bersalah telah menyampaikan kabar dari Babah Liem secara berbelit-belit yang menyebabkan kekasihnya salah paham. Mei Hwa tidak bisa membayangkan seperti apa kecewanya Ayek ketika dirinya mengatakan bahwa Babah Liem melarang mereka pacaran. Ia yakin, Ayek akan mengira dirinya sudah siap mengakhiri hubungan. Apalagi waktu itu dirinya bilang lebih memilih ayahnya. Baginya itu menyeramkan. Kadang Mei Hwa merasa kesal dengan sikap Ayek yang

