Ayek terjaga dengan perasaan tidak nyaman. Padahal ia tidak mimpi buruk. Keringat membasahi sekujur tubuhnya. Tidak hanya kaosnya saja yang basah, bantal dan guling juga. Hawa kamar sangat panas. Tangan Ayek meraba jam di atas meja. Sedikit memicingkan mata ia melototi waktu yang ternyata masih jam satu dini hari. Ayek tidak mendapati selimut di sekitar tubuhnya karena semalam begitu masuk kamar ia langsung menjatuhkan badan ke atas kasur. Sekarang ia ingat, pendingin ruangan kamar belum ia nyalakan. Ayek bangkit, mencari remote AC. Setelah mencari ke seluruh sudut kamar, barang yang ia cari belum ketemu. Sedikit kesal ia menyalakan lampu. Sekarang kamar tampak terang. Dan ternyata remote berada di atas meja, terhalang jam. Pendingin ruangan Ayek nyalakan. Ia bersiap mematikan la

