Ke Bengkel

932 Kata

Mei Hwa memelototi layar ponsel dengan perasaan gelisah. Sejak pagi pesannya belum dibaca Ayek. Ia tidak tahu seberapa sibuknya kekasihnya itu, sampai belum online sejak semalam. "Kamu sekarang rajin ya?" Kedatangan Ahong mengagetkan Mei Hwa. Suasana hati Mei Hwa sedang tidak bagus. Ia menjadi sensitif. "Maksudnya apa?" "Rajin buka ponsel! Hehehe!" "Jangan meledek!" Alih-alih berhenti, Ahong semakin semangat meledek. "Kasihan jempolnya bisa keriting." "Bukan urusanmu!" "Sekarang menjadi urusanku!" Mei Hwa mendelik. "Nggak usah sok perhatian!" "Dih, ge-er!" Mei Hwa mendelik. Ahong tertawa puas. Mei Hwa menggebah napas kasar. "Aku lagi nggak mood bercanda. Tolong, pergi jauh dari hadapanku!" "Ke Medan boleh?" "Somalia juga boleh!" Ahong menadahkan tangan ke arah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN