"Besok gue ke Jakarta!" beritahu Kosim dengan wajah gembira. Ia sedang melakukan video call dengan Ayek. "Alhamdulillah," ucap Ayek, bersyukur. "Berarti kamu sudah siap jadi manajer gue dong?" "Siap nggak siap, harus siap!" "Berangkatnya sama Ummi kan?" harap Ayek cemas. Kosim mengacungkan jempol. "Susah juga ya membujuk Ummi, hehehe!" Ayek terkekeh. "Keren lo!" Kosim menepuk d**a, bercanda. "Siapa dulu dong yang membujuk: Kosim!" Ayek mencibir. "Siapa itu Kosim? Nggak kenal gue!" "Njir. Hahaha!" Ayek menepuk jidat menyadari kebodohannya, kenapa nggak terpikir buat meminta tolong Kosim untuk menemui Mei Hwa? "Lo kenapa? Jidat nggak bersalah lo hajar." Kosim terkekeh. "Sim, elo di mana nih?" "Gue masih di rumah elo, bantuin Ummi packing." Ayek mendekatkan wajah ke

