Selesai berkeliling Museum Vatikan akhirnya Kyuyeon membawa Mi Young untuk beristirahat di sebuah café tak jauh dari sana. Sekarang sudah hampir pukul lima sore. Menyantap tartufo sambil menikmati pemandangan kota Roma dari bangku yang berjejer di tepi jalan. “Bagaimana dengan tawaran klienmu tadi? Apa, salon? Kau akan ke sana?” tanya Mi Young setelah teringat tawaran itu. Kyuyeon menggeleng tanpa pertimbangan. “Tidak. Aku bahkan separuh menyesal sudah membawamu ke museum tadi.” Mi Young bingung. “Kenapa? Ada yang salah? Padahal aku suka sekali perjalanan tadi,” ujar Mi Young antusias. Kyuyeon tak langsung menjawab. Ia menyendok tartufonya dan mencecapnya terlebih dahulu. “Aku lupa kalau ada banyak patung telanjang di museum. Mungkin seharusnya aku tidak membawamu ke sana.” Mi Young

