Thirty Four

1304 Kata

Mercy Aku terus menatap layar ponselku untuk menemukan penerbangan Jakarta-Adelaide tercepat. Tapi rasanya, mustahil menemukan penerbangan yang langsung sampai ke Adelaide. Suara-suara berisik yang dibuat oleh Roni dan Heru bahkan tidak aku hiraukan. Walaupun aku tahu apa yang sedang mereka bicarakan, dan aku dapat mendengarnya dengan jelas. Tapi, prioritasku bukan meladeni ocehan-ocehan nggak bermutu dari mulut mereka. Andrew-ku harus aku selamatkan segera! "Guess what, guys?" Tanya Dea yang muncul dari balik pintu dengan setumpukan rekam medis yang di bawanya. "Pertama, say goodbye sama rekam medis ini! Mulai minggu depan bangsal anak bakalan pake tab buat semua rekam medis pasien dong." "Wah, siaul! Kenapa jadi bangsal anak yang kebagian rekam medis pake tab duluan?" Tanya Roni, "G

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN