Thirty Five

1464 Kata

Mercy "Kamu udah sampai Mey?" Tanya Sergio dari sambungan telepon. "Harusnya Wisnu–" "Udah Gi. Tenang aja. Wisnu udah di depan mataku ini," balasku sambil tertawa. "Kamu nggak usah khawatir kali..." "Tapi tetap aja. Kamu di sana tengah malam, sendirian, nggak ada kawan. Gimana aku bisa tenang?" Aku tertawa renyah menanggapi kekhawatiran yang dicemaskan Sergio. Wisnu yang dia maksud, adalah saudaranya yang bersedia menjemputku di Bandara Ngurah Rai tengah malam begini. Ah, setelah aku pikir-pikir kembali, rupanya Sergio tetaplah Sergio yang ku kenal. Dia masih sama seperti dulu. Selalu mengkhawatirkanku, selalu tahu apa yang menjadi keresahanku. "Aku udah gede Gi. Aku baik-baik aja," balasku untuk meyakinkan Sergio. "Pokoknya thank you buat semuanya. Kamu selalu nolongin aku di waktu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN