"Kalau gitu, ajarkan aku untuk menyimpannya di sisi hatiku yang lain, seperti kata kamu." Perkataan Aarav terus terngiang di telinga Nadhira hingga dia bahkan tak bisa memejamkan mata. "Emang gimana caranya? Aku kan cuma mengatakan kata- kata bias yang aku sendiri gak bisa melakukannya." Ya, Nadhira bisa melanjutkan hidupnya sebab perpisahannya dengan Adam bukan karena maut melainkan sebuah pengkhiatan, hingga dengan mudah perasaannya menjadi benci, namun Aarav dan Intan di pisahkan maut, dan jelas itu tak bisa di samakan, sebab cinta mereka tetap terjaga. Nadhira meremas rambutnya frustasi, hingga dia mendapat notifikasi pesan di ponselnya. Jangan di pikirin terus, tidurlah! Tentu saja itu pesan dari Aarav. Nadhira mengerutkan keningnya "Kok dia bisa tahu aku belum tidur?" Kok kamu

