"Ayo menjalin hubungan denganku." Nadhira merasa tenggorokannya terasa tercekat, bahkan hingga kini Aarav berjalan ke arahnya, Nadhira masih terpaku di tempatnya seolah apa yang dia dengar hanya sebuah ilusi yang tak sengaja dia dengar. Nadhira mendongak saat Aarav berdiri tepat di depannya, lalu pria itu membungkuk dan menyetarakan tubuhnya dengan wajahnya "Kamu mau, kan!" itu bukan pertanyaan melainkan sebuah perintah, hingga Aarav tak membutuhkan izin, pria itu memiringkan wajahnya lalu mengecup sudut bibi Nadhira. Waktu seolah berhenti, hingga Nadhira bisa mendengar detak jantungnya begitu cepat, begitu pun Aarav yang juga terpaku seolah tak mengerti kenapa dia melakukan ini. Nadhira mengerjapkan matanya, "Bukannya beberapa waktu lalu Pak Aarav bilang kalau, Pak Aarav belum melupak

