"Hai?" Nadhira tersenyum pada punggung seorang pria yang berkacak pinggang di depannya, namun senyum Nadhira surut saat mendapati pria di depannya bukanlah Aarav melainkan Adam. "Hai?" Adam menoleh dan tersenyum "Apa kabar Nad?" Nadhira menghela nafasnya. "Baik, ada apa ya?" Adam menunduk "Aku mau tanya soal pertanyaanku waktu lalu, kamu bisa kan kasih aku kesempatan?" Adam kembali tersenyum menatapnya. Nadhira menghela nafasnya dalam "Maafin aku, Mas. Udah aku bilang sejak awal aku gak bisa." "Tapi semua yang terjadi jelas bukan salahku, Nad." "Memang, tapi seandainya kamu mencari tahu lebih dulu, dan setidaknya lebih percaya aku, mungkin ini gak akan terjadi, Mas. Udah lah, aku capek kenapa juga urusan ini gak selesai- selesai?" keluh Nadhira. "Nad..." "Aku juga ingin memulai hid

