Nadhira mengerang saat merasakan kepalanya terasa berat, dia melihat sekitarnya "Rumah sakit?" seingatnya terakhir kali dia masih sadar saat pekerja rumahnya pulang setelah pekerjaannya selesai, lalu Nadhira memilih istirahat sebab sejak pulang dari ulang tahun Luna kepalanya terasa pening. "Apa yang kamu rasakan?" Nadhira mengerang kembali. "Pusing," ucapnya. "Kamu gak punya art di rumah?" "Hah?" Nadhira linglung sesaat "Ada, tapi tidak menetap." Aarav menghela nafasnya, pantas kalau begitu. Nadhira mendudukkan dirinya "Pak Aarav yang bawa saya kesini?" Aarav mengangguk "Apa jadinya kalau saya dan Luna gak datang? kamu mungkin bisa aja di temukan sudah jadi mayat, beruntung dokter bilang kamu cuma demam biasa." Nadhira menoleh dan menyadari ada Luna yang tertidur di sofa "Dia gak m

