"Apa hubungan kalian sebenarnya?" tanya Adam dengan wajah sedih. "Bagaimana kamu bisa mengenal Pak Aarav?" lanjutnya. "Bukan urusan kamu," jawab Nadhira. "Kamu tinggal jawab, apa susahnya sih, Nad. Sejak kapan kalian saling kenal? Atau sejak kita masih nikah? Aku lihat kamu juga akrab dengan anaknya." "Apa sebenarnya yang mau kamu katakan?" Nadhira meletakan piring kuenya dengan kasar, lalu menghampiri Adam "Bicara yang jelas?" "Kamu selingkuh sama dia!" Plak! Satu tamparan mendarat di pipi Adam hingga wajahnya tertoleh ke samping, bukan hanya itu, kejadian itu jelas membuat seluruh perhatian tamu mengarah pada mereka. "Apa- apaan kamu Nad!" Elisa segera menghampiri dan mengusap wajah Adam. "Kamu gak papa kan, Dam?" Nadhira terkekeh "Kamu bilang aku selingkuh? Kamu lihat ini!" tun

