Elisa tak menyangka jika teman sekolah Livia adalah orang kaya, hingga rumahnya terlihat mewah bahkan dengan garasi yang luas dengan banyak mobil berjejer disana. Elisa tahu saat dia memilih sekolah tersebut untuk Livia, yang sekolah disana bukan anak orang-orang sembarangan, tentu saja itu adalah taman kanak-kanak yang lumayan elit. Elisa melihat ponselnya dimana pesan dari grup wali murid kelas Livia mulai ramai sebab mereka memang sudah berada di dalam. Aduh, pestanya semewah ini. Ya, anak- anak nyaman. Aku justru teralihkan sama Papanya Luna, aduh jeng... ganteng banget, ya. Denger- denger duda nih jeng.. Dia pengusaha kaya loh... Iya lah, karismanya juga bikin melelah.. Dan masih banyak pesan lainnya yang tak bisa Elisa baca , sebab dia harus segera masuk ke dalam. Adam memb

