"b******k!" Brak! Elisa berjengit saat Adam menggebrak meja, hingga ponselnya terjatuh. Plak! Wajah Elisa tertoleh sebab tamparan dari Adam. "A- adam." wajah Elisa pucat pasi, tentu saja saat ini dia melihat amarah yang membara di wajah Adam "Aku bisa jelasin ini, Dam. Ini gak seperti yang kamu pikirin." Elisa menyentuh lengan Adam. "Lalu, apa? ternyata apa yang Nadhira katakan benar, kamu yang menyebabkan Nadhira kehilangan bayi kami!" "Dam, aku cuma gak mau kamu lebih mencintai anak kalian dan melupakan Livia." "Kamu tidak berhak, Elisa. Mulai sekarang jangan pernah ganggu aku lagi, dan jangan harap aku membiarkanmu sampai disini!" "Adam." "Aku akan melaporkan kamu ke polisi dan memastikan kamu mendapatkan balasannya!" Elisa membelalakan matanya dengan gelengan keras "Kamu ga

