"Kamu sudah menolong kami saat kecelakaan. Aku benar-benar sudah berprasangka buruk selama ini, maaf." Nadhira menoleh "Hah?" "Waktu kecelakaan." "Oh, itu ... gak sengaja aja ngeliat, lagian setiap orang juga pasti akan ngelakuin hal yang sama kalau ngeliat itu." Nadhira tersenyum, tak menyangka jika dia akan mendapat pujian atas keberaniannya, meski sebenarnya Nadhira juga tak menginginkannya. "Saat itu kamu bertemu Intan?" Nadhira mengangguk. "Beliau tersenyum sama saya, dan bilang terimakasih." Aarav mengangguk. "Kalau boleh tahu, kenapa Bu Intan bisa meninggal, seingat saya beliau masih sadar waktu itu?" "Ya, tapi dia mengalami pendarahan di kepalanya, hingga harus menjalani operasi, tapi rupanya operasinya gak berjalan lancar." Aarav menundukkan wajahnya. "Maaf, harusnya saya g

