“Saya harus bagaimana?” Sabrina bingung, bola matanya bergerak liar menyusur wajah Gama yang terlihat tenang. Bukankah jika seperti ini seharusnya pria itu yang merasa cemas bukannya dia. “Bersikap biasa saja, tapi ada satu hal yang perlu kamu lakukan lebih dulu sebelum itu,” ucap Gama. Sabrina sudah bisa menebak maksud ucapan Gama, dia pasti harus ke salon dulu dan berdandan agar penampilannya bisa mengimbangi ibu kandung Maha. Sudah menjadi sifat dasar dan alami wanita - yang terkadang tidak ingin kalah dari wanita lain, Sabrina juga tidak ingin nampak buruk di depan wanita yang akan ditemuinya malam nanti. Namun, ternyata dugaan Sabrina salah karena yang dimaksud Gama bukan seperti apa yang dia pikirkan. “Mulai sekarang jangan terlalu formal bicara padaku! kamu bisa memanggilku de

