“Perkenalkan aku Sabrina, masa depan Gama.” Mendengar ucapan Sabrina, Gama pun terkejut. Dia bahkan menekuk bibir ke dalam menahan tawa karena tak menyangka gadis itu akan memperkenalkan diri sebagai masa depannya. Bukan istri, kekasih atau bahkan Ibu Maha. “Ah … ya, silhakan duduk,” ucap Naura dengan raut wajah bingung. Apa lagi tatapan Sabrina begitu dingin. Gadis itu sengaja memasang ekspresi tegas dan sombong. Sabrina duduk bersisian dengan Gama, sementara Naura berada di depan mereka. Wanita itu nampak memandangi Gama lalu beralih ke Sabrina yang memalingkan muka sambil menenggak air mineral di dalam gelas. “Aku tidak punya banyak waktu, jadi katakan apa tujuanmu terus menerorku!” Gama berbicara dengan nada dingin, pria itu membuat Sabrina hampir saja tersedak, padahal jelas kali

