Beberapa jam sebelumnya Naura yang ditinggal sendiri di ruangan resto itu mengeram dan harus menanggung kecewa. Ia mengepalkan tangan hingga kuku jarinya memucat. Wanita itu benar-benar merasa kesal ke Sabrina - yang bisa tahu dengan jelas motif terselubung dirinya menginginkan bertemu sang anak kembali. Dia egois tapi merasa semua bukan murni kesalahannya, sampai sekarang pun Naura masih berpikir seperti itu. Ia juga tidak ingin mengandung, jika ada yang patut disalahkan jelas adalah pria laknat yang memperkosanya waktu itu. Naura terdiam saat kenangan buruk itu terlintas lagi di kepala. Ia yang hidup serba sederhana bersama sang ibu harus mendapatkan nasib buruk malam itu, seorang pria merudapaksanya. Tak lama berselang saat mengetahui dirinya hamil, Naura memilih menghilang dan mel

