“Nora, sadar Nora. Nora!” Calvin terus melangkahkan kakinya dengan cepat mengikuti ritme brankar rumah sakit yang sedang membawa Nora. Tubuh Nora berlumuran darah. Proses pengangkatan tubuh Nora yang terjepit di bagian kemudi tadi bergitu pelik dan berlangsung lama. Setengah tubuh Nora tampak begitu parah. “Maaf, bapak tunggu disini dulu. Kami harus segera memberikan pertolongan pada pasien,” ucap salah satu perawat dengan begitu terburu-buru ketika berada di dekat pintu IGD rumah sakit itu. Begitu banyak tenaga medis yang terlihat berlarian mengatasi cedera yang di alami Nora. Calvin terduduk di dekta pintu IGD itu sambil memejamkan matanya. Betapa kacaunya hidupnya saat ini. semuanya terasa menekan pikiran dan tenaganya. Menarik napas pun terasa berat bagi Calvin saat ini. “Pak,” pa

