Keenan datang dengan tergopoh-gopoh menuju ke tempat Aruna begitu mendapat kabar bahwa Aruna telah sadar dari pingsannya. Untungnya kabar itu di dapatnya begitu pasien terakhirnya selesai konsultasi, jadi dia bisa dengan leluansa meninggalkan ruangan prakteknya. “Aruna, kamu sudah sadar?” tanya Keenan yang begitu senang karena sedari tadi cemas memikirkan Aruna. Aruna menatap Keenan kemudian tersenyum. “Keenan,” panggil Aruna dengan suara yang lirih dan lemah. “Ya Aruna. Aku disini.” Keenan mendekatkan tubuhnya ke arah Aruna. “Anakku baik-baik saja, kan?” “Iya, Aruna. Tadi aku sudah menyuntikkan obat penguat untuknya. Sepertinya dia syok karena kamu terjatuh tadi. Aku akan selalu memantau kamu dan bayimu. Kamu jangan khawatir. Semua akan baik-baik saja.” Keenan mengganggam tangan Aru

