“Aruna, bisakah kamu menungguku sebentar lagi? Aku masih ada satu pasien lagi setelah ini,” ucap Keenan begitu selesai memberikan pelayanan medisnya pada Aruna. “Apa ada hal penting yang ingin kamu sampaikan padaku, Keenan?” Aruna menghentikan gerakannya yang akan berdiri begitu mendengar ucapan dari Keenan. “Mengobrol dan memastikan kamu pulang dengan selamat menurutku sesuatu yang paling penting di dunia ini,” ucap Keenan sambil menatap Aruna. “Aku baik-baik saja, Keenan. Aku bisa menyetir sendiri. Aku tidak apa-apa. Percayalah.” “Iya, aku percaya Aruna. Aku hanya ingin menemanimu saja, boleh kan?” bujuk Keenan lagi. Aruna menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, “Baiklah, aku tunggu kamu di ruang tunggu.” “Ini tidak akan lama, Aruna. Aku janji.” “Kamu memang keras kepala, Keena

