Calvin melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. “Sudah malam rupanya,” gumam Calvin sambil menghelakan napasnya. Dia begitu fokus dengan berbagai pekerjaannya yang beberapa hari ini terbengkalai karena harus mengurusi Nora di rumah sakit sampai tidak menyadari bahwa hari sudah mulai larut. Calvin bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju jendela yang ada di ruangannya kemudian berdiri menghadap ke arah luar sambil kedua tangannya di masukkan ke dalam saku celananya. Lampu-lampu dari gedung-gedung yang ada di sekitar kantornya begitu semarak dan terang. Calvin menengadahkan kepalanya dan melihat ke arah langit malam itu. Sepi dan gelap tanpa satupun bintang dan bulan. Tatapan Calvin nanar. Di helakan napasnya dengan berat. Tiba-tiba ponselnya berbunyi. Calvin berjalan men

