Aruna membuka matanya. Matanya terasa silau oleh cahaya lampu yang ada di atas matanya. Aruna menutup sedikit matanya kemudian melihat ke sekitarnya. “Dimana aku?” ucap Aruna pelan sambil melihat ke samping kiri dan kanannya. “Aruna, kamu sudah sadar?” Terdengar suara seseorang yang berada di samping Aruna. Spontan Aruna melihat ke arah samping. “Keenan?” “Ya Aruna. Aku disini. Kamu aman. Tenang ya.” Keenan memegangi tangan Aruna. “Ada apa ini, Keenan?” “Kamu tadi pingsan ketika kita makan siang bersama. Ada darah yang keluar. Tapi sekarang semuanya sudah baik, Aruna,” jelas Keenan sambil terus memegangi tangan Aruna. “Anakku bagaimana?” mata Aruna perlahan membesar. “Anakmu baik-baik saja. Aku sudah memberikan obat penguat tadi. Tapi kamu belum bisa beranjak dari tempat tidur sel

