Sejak keberangkatan nya dari rumah, Clarissa sesekali menoleh bahkan menatap Jefran dengan heran. Kenapa laki-laki di sampingnya itu tersenyum terus semenjak tadi, bahkan ada beberapa kejadian kecil yang sebenarnya tak begitu lucu, tapi ia tertawa dengan keras. Jefran juga seringkali menoleh pada nya, jika keadaan jalanan lancar. Ia benar-benar seperti dua sejoli yang sedang dimabuk cinta. Jika dipikir-pikir, menjadi pendamping Jefran tidaklah mudah. Ia berasal dari keluarga yang baik dan hebat. Kalau ia bisa melanjutkan ini seterusnya, apa Dosen yang dikenal galak gitu mampu menerima nya sebagai seorang menantu? Sebenarnya ia tak mau dulu berjalan lebih jauh, ia juga tak mau dulu untuk memberikan hati seutuhnya pada Jefran. Tapi, semua hal yang Jefran lakukan tanpa disadari membuatnya

