Alisa mengucek matanya, tiba-tiba saja ia terbangun karena mendengar suara seseorang di ruang makan. Diliriknya jam dinding, baru saja pukul empat pagi. Clarissa dan Yura juga libur, mana mungkin sudah bangun sepagi ini. Tapi, suaranya semakin jelas. Seperti ada yang menggeser kursi di meja makan pula. Alisa langsung mengambil jepit rambutnya di atas meja rias. Lalu, ia duduk sebentar untuk memulihkan kesadarannya. Krek. Alisa membuka pintu kamarnya, lalu melihat kalau ruang makan memang terang. Biasanya ia yang akan menyalakan dan mematikan lampu. Alisa berjalan gontai ke ruang makan. “Udah bangun?” Alisa langsung bersuara saat melihat Clarissa tengah duduk di kursi meja makan, sambil melahap roti bakar yang ia buat sendiri. Clarissa menelannya dulu, ia tersenyum tipis kepada Alisa.

