Semakin Dekat

2030 Kata

Yura menarik napasnya panjang-panjang dan menghela nya pelan-pelan. Yura berusaha menerima keadaan, meredam ego yang selama ini menjadi bumerang untuk dirinya sendiri. Ia harus menyalahkan siapa sekarang? Izin diberikan oleh Bunda nya sendiri, dan Clarissa bilang ia tidak tahu apa-apa. Jadi, Yura harus menyalahkan dirinya sendiri? Sedari tadi Alisa sudah meneriaki nama nya dari bawah, agar segera turun untuk makan malam. Ia berdecak kesal sambil berdiri dan bersiap-siap untuk turun ke bawah. Dengan langkah gontai, ia menuruni anak tangga. Wajah nya datar, ia hanya melirik sekilas kepada Alisa yang sedang menyiapkan piring di meja makan. “Duduk, Ra.” Pinta Alisa dengan nada sedikit tinggi. Tanpa menjawab, Yura menggeserkan kursinya lalu mendudukan bokongnya. “Sendiri aja.” Kata Yura saa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN