Clarissa memijit pelipisnya, hari ini tumben sekali ia merasa pusing. Padahal sebelum berangkat pun ia sudah sarapan, pekerjaan yang dia lakukan juga tidak banyak dan tidak berat. Dilirik nya jam dinding, sudah menunjukkan pukul dua siang. Sebentar lagi ia akan pergi untuk makan siang, tapi rasanya kepala nya semakin pusing. Ia tak yakin bisa berjalan dengan normal seperti biasa nya. “Ayo, Sa!” Ajak Mela sambil menepuk bahu kanan Clarissa. Clarissa mengangkat kepala nya, menatap Mela yang kini sudah ada di sampingnya. “Teh, kaya nya aku engga bisa ke Kantin.” Dahi Mela berkerut, ia sedikit membungkukan badan. “Kamu kenapa?” Tanya Mela dengan nada panik. Clarissa berusaha mengendalikan rasa pusing nya, ia menjauhkan tangan nya dari pelipisnya. “aku engga kenapa-napa kok, Teh.” “Mau nit

