“Gimana?” Tanyanya tergesa-gesa, padahal lawan bicaranya baru saja sampai dan duduk di kursi yang ada di hadapannya itu. “Ya ampun gue baru sampe, Mas.” Keluhnya sambil mengontrol napasnya. Ia terkekeh, lalu mengangkat tangannya. Memberi isyarat pada pelayan tempat makan itu. “Ada yang bisa saya bantu, Mas?” “Mau pesan apa, Ra?” Tanyanya pada gadis yang ada di hadapannya kini. “Apa aja deh, Mas Jefran.” Jefran menghela napas, ia menunjuk salah satu menu kepada pelayan itu. “Ditunggu ya, Mas.” Katanya, lalu meninggalkan meja Jefran. Pagi tadi, Jefran memang menghubungi Yura dan memintanya untuk datang ke tempat yang telah Jefran tentukan. Yura yang memang senang dengan kabar itu langsung segera meluncur ke tempat tujuan itu, padahal Jefran tidak menyuruhnya segera datang. Ia juga ingi

