“Sa?” Clarissa mengehentikkan aktivitasnya setelah mendengar suara ketukan pintu sekaligus namanya yang dipanggil. Ia langsung menoleh ke arah pintu, didengar dari suaranya terdengar seperti suara Alisa. Clarissa berdeham, menandakan kalau ia sedang berjalan mendekat ke arah pintu. Krek. Pintu terbuka. Benar saja dugaannya, di depan kamarnya sudah berdiri Tante Alisa dengan pakaiannya yang sudah rapih. “Kenapa, Tante?” “Kamu ditinggal dulu, ya. Tante sama Yura mau pergi dulu, pulang agak malam. Kamu enggak apa-apa sendirian di rumah?” Clarissa mengangguk sebelum menjawab. “Iya enggak apa-apa kok, Tante. Aku juga sore mau keluar.” “Yaudah, nanti kamu kabarin Tante aja ya kalau memang mau pergi atau ada apa-apa.” Clarissa mengacungkan ibu jari tanganya. “Oke deh, hati-hati ya.” “Ka

