Antara Yura dan Anya

2058 Kata

“Lho kok mata lo merah, Sa?” Yura menatap Clarissa yang tiba-tiba memeluknya. “Hey, kenapa?” Tanya Yura lagi. Clarissa akhirnya berani menatap Yura, ia menarik napasnya dalam-dalam. Berusaha menahan sesaknya, jangan di sini, bukan waktunya lagi kesedihannya jadi asumsi orang banyak. “Udah lihat nilai?” Kata Clarissa yang tiba-tiba celingukan mencari hasil akhir. “Heh.” Bentak Yura sedikit keras. “Lo kenapa, Rissa?” “Nanti ya, Ra.” Yura menatapnya terus-menerus, mencoba mencari jawaban dari tingkah laku Clarissa yang tiba-tiba saja aneh. “”Udah gue fotoin hasilnya.” “Emang ada di mana? Kok gue engga tahu.” Yura berdecak. “Lo engga lihat itu di mading rame banget, Sa.” Clarissa hanya manggut-manggut, terkekeh kecil seperti tak berdosa saja kelakuannya. “Mau langsung pulang aja?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN