Satu Hari Sebelum Wisuda

2048 Kata

Clarissa duduk di atas tempat tidurnya, memandangi kaca jendela yang sengaja ia buka sejak ia sampai di kamarnya. Sore ini udara terasa sejuk, hal ini bisa ia rasakan karena angin yang berhembus menembus masuk ke dalam kamarnya. Sambil memeluk gulingnya, Clarissa masih menerka akan ada apa lagi setelah ini? Jika harus didera sakit hati lagi, Clarissa tidak sanggup. Lebih baik mneyudahi semuanya saja, daripada ia harus merasa batin sendiri dan dirinya tidak menemukan kebahagiaan yang sejati. Ketukan pintu kamar Clarissa membuyarkan lamunannya. “Rissa?” Panggil seseorang di balik pintu. Clarissa mengira orang itu adalah Tante Alisa, sambil menghela napas panjang Clarissa menjawabnya dengan sedikit berteriak. “Masuk aja.” Krek. Pintu terbuka, benar saja dugaan Clarissa. Alisa tengah be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN