Alarm Jefran sudah berbunyi semenjak pukul tiga pagi, ia berjalan lunglai menuju balkon untuk mengambil handuknya. Ia masih ingin tidur sebenarnya, kepalanya terasa sakit dan berat, mungkin karena ia kelelahan dan kurang istirahat. Tapi, apa boleh buat untuk hari ini. Koper di bawah juga belum ia rapihkan, belum lagi tentang hadiah untuk Clarissa, mau tidak mau Jefran harus bergerak lebih awal. Beberapa kali Jefran menguap, di dalam kamar mandi ia masih berdiri di depan cermin kecil. Lingkaran hitam di bawah matanya terlihat jelas, belum lagi matanya yang sayu, Jefran berusaha mensugesti diri agar kembali bersemangat dan melupakan rasa lelahnya. Setelah menghela napas, Jefran menggantungkan handuknya lalu kemudian ia mandi. Setengah jam berlalu, Jefran telah menyelesaikan mandinya. Rasa

