Untuk ke sekian kalinya Jefran melirik pergelangan tangannya, memastikan sudah pukul berapa saat ini. Setelah membelikan hadiah untuk Clarissa, Jefran langsung pergi menuju tempat wisuda. Namun sayangnya, kondisi Jefran saat ini tidak bisa diajak kompromi. Keringat dingin sudah membasahi tangan juga wajahnya, kepalanya terasa lebih sakit, ia mual, bahkan Jefran tidak kuat lagi. Ia benar-benar memejamkan matanya di dalam mobil. Mata Jefran terpejam, tanpa sadar ia tertidur pulas. Mungkin memang yang Jefran butuhkan saat ini adalah tidur, karena mengingat beberapa hari ke belakang ini ia tidak mendapatkan waktu tidur yang baik. Ponsel Jefran terus-menerus menyala, menampilkan notifikasi beberapa pesan. Karena tak kunjung mendapat jawaban, ponsel Jefran kembali menyala, tapi kini karena ada

