Menemanimu Pulang

2074 Kata

Yura sedari tadi duduk dengan keadaan gelisah, ia tak henti-hentinya menoleh pada Clarissa yang memang terlihat diam kali ini. Tapi, Yura yakin kalau di dalam hati Clarissa ia benar-benar khawatir. Yura saja yang tidak memiliki ikatan apapun merasakan suasana yang berbeda, apalagi Clarissa. “Sa?” Tangan Yura mengenggam tangan Clarissa, berusaha menyalurkan perasaan yang sama-sama tidak mengenakan. Clarissa menarik lengannya, berusaha menjauh dari tangan Yura. Yura yang melihat kejadian itu langsung menghela napasnya, wajar saja kalau Clarisa memperlakukannya seperti ini. Yura memang sudah kelewatan, ia benar-benar dibuatkan oleh cinta yang ia buat. Ia terlalu berambisi, egonya tinggi dan tidak bisa ia kuasai sendiri. Gio langsung membelokkan mobilnya, saat rumah yang mereka tuju sudah a

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN