Clarissa masih bersembunyi dibalik selimutnya, sejak kepulangannya dari pemakaman ia langsung masuk ke dalam kamar dan enggan menemui siapapun. Yura berulang kali mengetuk pintu kamarnya, sekedar membujuk Clarissa agar mau membuka pintu kamarnya. Alisa sendiri tidak tahu harus bagaimana, ia tidak membenarkan apa yang telah dilakukan oleh Yura dan Gio. Alisa tidak paham kenapa semuanya berujung pada perpisahan yang nyata, andai saja saat itu ia lebih cepat lagi pasti tidak akan seperti ini jadinya. Alunan lagu terus diputar berkali-kali, hingga kembali pada lagu pertama. Clarissa mengubah posisinya menajdi duduk, sambil menyenderkan punggung pada bantal yang sengaja ia tegakkan. Ia menatap lurus ke depan, di luar hujan cukup deras, sama derasnya dengan rindu yang kini Clarissa rasakan. A

