Setelah Kepergiannya

1569 Kata

Melewati hari-hari yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan akan terjadi, memang sangat sulit. Clarissa paham kalau takdir dan apa yang akan terjadi tidak bisa diprediksi. Tapi, menurutnya ini terlalu berat dan di luar kuasanya. Kehilangan Jefran, kehilangan rasa percaya dan rasa aman dalam keluarganya sendiri, sangat membuatnya jatuh. Menunggu pagi, siang dan malam rasanya sangat lama. Begitulah yang Clarissa rasakan. Ia enggan keluar kamar, seharian penuh aktivitasnya hanya ada di dalam kamar. Disudut kamarnya, Clarissa sengaja mendudukka bokongnya di tempat itu. Sambil menatap seluruh isi kamarnya yang berantakan, ia menghela napas berulang kali. Batinya terus menjerit, bernegoisasi pada Tuhan, sebab rasanya ia tak mampu melewati semuannya “Ayah..” “Ibu..” Lirihnya sambil menengg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN