Mungkin orang-orang akan mengira kalau Clarissa tidak memburuk kondisinya. Bersamaan dengan keputusannya untuk berpergian dan tidak mengurung diri di kamar membuat semua orang merasa Clarissa sudah bisa membuka diri pada kenyataan yang terjadi. “Perkembangan dia gimana?” Yura mengangkat bahunya, sambil menghela napas pandangannya jatuh pada sosok yang ada di hadapannya. “Lebih membaik kayaknya.” “Dia masih mengurung diri?” Yura menggeleng. “Enggak, kemarin pas gue keluar dari kamar Bunda gue lihat dia keluar rumah. Enggak tahu mau kemana.” “Tapi, tetap harus dijagain.” “Sampai kapan kita bakal kayak gini terus sih, Gi?” Gio langsung menunduk. Pertanyaan itu berulang kali Yura tanyakan padanya. “Emang kenapa?” “Gue hidup rasanya penuh dosa banget, ya walaupun emang kenyataannya gue

