Napasnya terdengar memburu, kejadian yang baru saja ia lewati tadi cukup menguras tenaga dan emosinya. Bagaimana mungkin yang salah justru lebih menuntut banyak dari sekedar dimaafkan, seakan ini hanyalah keegoisan akibat kehilangan. Clarissa tidak pernah memaksakan apapun, ia juga tidak meminta semua peduli pada sikapnya selama ini. Yang ia butuhkan hanya waktu untuk memulihkan perasaannya, setidak mengikhlaskan kepergian seseorang perlu waktu yang banyak. Menatap sudut kamar yang membuatnya kembali merasa sendiri, pandangannya beralih pada setiap langit-langit kamar. Rasanya hampa sekali, ketika orang yang paling dekat dengannya kini bertolak belakang dengan dirinya sendiri. Cukup, cukup baginya kehilangan Jefran. Ia sendiri tidak mau kehilangan Yura, ia hanya perlu waktu yang cukup

