Keadaan Clarissa

1558 Kata

Refran tak berhenti memijat pelipisnya sedari tadi, pandangan matanya mulai kabur, kepalanya juga terasa sakit. Semalaman ini ia benar-benar tidak bisa tenang, cobaan datang bertubi-tubi pada diri dan orang-orang sekitarnya. Krek Suara pintu terbuka membuat Refran menoleh ke sumber suara, ia mendapati Alisa tengah berdiri di sana dengan wajah kusutnya. Refran menghela napasnya, lalu meminta Alisa untuk masuk ke dalam ruangannya. “Gimana keadaannya?” Refran menarik napasnya dalam-dalam, lalu menghelanya pelan-pelan. Sebelum menjawab pertanyaan itu, ia sempat memejamkan mata lebih lama agar bisa lebih fokus. “Mental dan jiwanya terganggu.” “Kenapa bisa?” “Mungkin karena tekanan, masalah dan semuanya dia hadapi sendiri. Kita enggak bisa pungkiri, kalau masalah dan cobaan yang menimpany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN