Tidak Sabar

1815 Kata

Jefran menghela napas nya, hari yang ditunggu-tunggu memang terasa lebih lama datang nya. Padahal baru saja kemarin ia mendapat kabar dari Ayah nya, kini sudah menginjak hari berikut nya saja. Lagi-lagi ia mengangkat bahu nya sambil menghela napas, “Sabar sedikit lagi, Jef.” Kata nya pada diri sendiri. Karena kalau buka ia sendiri yang mengendalikan, siapa lagi? Jefran melirik pergelangan tangan nya, ia tampak nya terlalu pagi sampai di Rumah Sakit. Entahlah, ia begitu ingin menyelesaikan hari ini dengan cepat. “Pagi Dokter..”Kata salah seorang Perawat yang duduk di bagian administrasi. “Pagi..” Jawab nya seperti biasa sambil tersenyum. Namun, tiba-tiba langkah Jefran berhenti. Ia memutar balikkan tubuh nya, dan kembali ke meja administrasi. “Sus, tolong kasih tahu sama Perawat yan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN