Waktu terus berjalan, perlahan-lahan semua kembali normal. Setelah menunggu waktu berminggu-minggu, tibalah hari di mana Jefran kembali sadar dan dapat membuka matanya. “Hallo, Om?” Gio berusaha mengindari kerumunanan agara suara Refran terdengar di sebrang sana. “Gi, di mana?” Gio mengedarkan pandangannya, melihat ke jalanan dan memastikan ia sedang di mana. “Di pasar, Om.” Jawab Gio sambil terkekeh. “Lho di pasar lagi apa?” Gio teringat alasannya kenapa ia pergi ke sini, ini semua karena Clarissa. Karena banyaknya permintaan Clarissa, yang didasari oleh perempuan jahat di dekatnya. “Ada apa, Om? Maaf di sini agak enggak terdengar jelas.” Ucap Gio mengalihkan topik pembicaraan. “Kapan ke Rumah Sakit? Jefran sudah sadar.” Seketika seperti tidak ada oksigen di sekelilingnya, kep

