Pukul enam pagi Alisa dan Refran sudah sampai di Rumah Sakit, ia baru saja turun dari taxi. Sengaja memang tidak ada yang diperbolehkan mengendarai mobil dulu, karena kejadian Jefran dan Clarissa kemarin. Alisa menghela napasnya, ia menatap Refran dengan penuh harap. Refran membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum tipis, ada arti dibalik respon Refran. Mereka saling menguatkan sekarang, pernikahan Clarissa dan Jefran yang ada di depan mata harus diselesaikan. Keadaan Rumah Sakit sangat ramai, tapi begitu mereka naik ke lantai dua suasana sepi menyelimuti Alisa dan Refran. Pagi tadi Yura sudah mengabarkannya kalau clarissa dan Jefran telah dipindahkan ke ruang rawat inap, dan operasi mereka berhasil. Krek. Yura yang sedang mengaduk bubur menoleh ke arah pintu, begitupun perempuan yan

