Isakan tangis kini memenuhi lorong Rumah Sakit. Bangunan yang begitu asimg untuk mereka semua. Untuk sampai ke penginapan yang mereka tuju ternyata hanya tinggal lima menit lagi, namun sayangnya kejadian ini membuat mereka memutar arah. Refran masih ingat betul, bahkan ia masih terbayang bagaimana Jefran memintanya untuk mencari penginapan di dekat Rumah Sakit. Apa mungkin inilah maksudnya? Di lorong ini tidak ada pembicaraan semenjak mereka datang ke tempat ini. Alisa yang sempat tak sadarkan diri saat itu, kini sudah kembali duduk di antara mereka. Sudah sekitar tiga jam mereka menunggu, semenjak datang ke Rumah Sakit Jefran dan Clarissa harus menjelani operasi karena ada beberapa material mobil yang masuk ke dalam tubuhnya. “Ra, kamu harus ke penginapan dulu.” Ucap Alisa, membuat mer

