“Kamu! Dayang yang rela meninggalkanku, hanya untuk berdoa untuk keselamatan Adjie, kemarilah!” kata Angkie murka. Dayang itu gugup bukan kepalang. Namun, tak pelak dia mendekat pada Angkie. Sreeng! Angkie mengeluarkan pedang dari penutupnya. Kilau besi tajam itu tampak berkilauan menyilaukan yang melihat. Pedang itu hanya setipis kulit bawang saja dengan leher dayang ini. Membuat dayang tadi berteriak tertahan. Dayang Sruti, yang sudah menjadi dayang senior di sana dengan segera beringsut, lalu menggenggam mata kaki Angkie. “A, ampuni dia, Paduka Pangeran. Dia hanya dayang muda, yang baru saja melihat dunia!” “Apa dayang-dayang Adjie Kemayu itu banyak tingkah seperti dayang ini, Dayang Sruti?” tanya Angkie dengan mata selayak elang yang hendak menguliti dayang muda ini. “Saya akan

