Hilang Muka

1055 Kata

Dennis nyengir menatap Alma. “Kenapa, kau takut dia kalah kan? Karena dia hanya penjual ikan, bukan penunggang kuda. Di mana-mana kalau pedagang itu memang berani berkoar-koar tentang dagangannya. Nyatanya, dia hanya bisa mengelus surai kuda.” Alma mendengus kesal. Dia sungguh tak berharap Adjie kalah. Dia malah berdoa Dennis akan tersungkur dari kudanya, kualat karena kesombongannya, sehingga Adjie bisa menang tanpa harus berpacu kuda dengan Dennis. “Aku tidak terima taruhan itu.” “Akui terima,” ucap Adjie datar, tanpa beban. Alma mendelik ke arah suaminya, lalu menarik lengannya. “Apa-apaan kamu? Itu bukan taruhan namanya. Dennis hanya membodohi kita.” Dennis terkekeh. “Lihat suamimu Alma. Dia lebih pemberani dari kamu ternyata.” Alma menyeret lengan Adjie menjauhi Dennis beberapa l

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN