Angkasa melangkah menuju kamarnya, ia mengambil beberapa barang tersisa, lalu masuk ke kamar Atikah, mengambil juga baju-baju yang hanya tinggal sedikit. Setelah selesai ia turun menuju ruang tengah lalu menuju ruang tamu dan akan segera keluar dari rumah yang memang bukan haknya itu. Sejak awal masuk dan melewati kamar mamanya ia sudah mendengar jeritan dan desah mamanya, juga geraman suara laki-laki yang ia yakin itu pengacara papa Atikah. Angkasa tak peduli ia hanya ingin segera berlalu dari tempat laknat itu. Ia segera bergerak cepat menuju mobilnya dan melajukan mobilnya menuju rumah Putra, ia akan mengantarkan beberapa baju Atikah, ia berharap bertemu Atikah lagi. Senyum mulai mengembang di bibir Angkasa, merasakan dirinya mulai sembuh dan normal lagi sebagai laki-laki jika menginga

