20

1078 Kata

"Gimana, nggak takut kan ketemu Angkasa?" Pagi hari saat akan berangkat ke kantor Putra duduk di dekat Atikah yang sedang sarapan, Atikah diam saja, ia hanya mengangguk pelan dan mengunyah dengan pelan juga makanan yang ia siapkan tadi bersama Bi Siti dan Bi Minah. "Meski sulit belajarlah memaafkan Angkasa, kan aku sudah bilang, dia orang baik yang ada di tempat yang salah, kalo dia memang b******k, dia nggak akan nyari kamu lagi, dia bisa senang-senang tapi ternyata kan dia dibayang-bayangi rasa berdosa dan terus cari kamu selama setahun ini, jika kamu tersiksa karena ketakutan dan trauma berat, dia juga sama, dia jadi laki-laki gak normal asal kamu tahu, karena rasa bersalah yang berlebihan dia sampai bilang ke aku, ini maaf agak pribadi sebenarnya fungsi laki-lakinya jadi nggak maksima

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN