59

1002 Kata

Angkasa tersenyum lebar saat melihat undangan di tangannya. Ia menatap undangan berwarna gold dengan wajah geli dan menggeleng-gelengkan kepalanya berulang. "Dari siapa Mas?" Atikah mendekat dan Angkasa memberikan undangan itu pada Atikah.  Atikah kaget saat i membuka undangan pernikahan dan membaca nama kedua mempelai di sana. "Dian? Dian staf Mas yang ke sini itu kan? Dia mau nikah?" "Yah sama sahabatku." "Oh iya Alhamdulillah akhirnya nggak ada yang gangguin Mas lagi kan?" "Aku nggak merasa dia sebagai gangguan meski dia menganggu, karena aku nggak nganggap dia ada, dia hanya rekan kerja tak lebih kalo aneh-aneh kan tinggal lapor Direktur selesai dia, untungnya sahabatku bisa mengalihkan perhatian dia, jadi nggak fokus hanya ke aku terus." Dan obrolan Angkasa-Tika terhenti saat po

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN