"Alhamdulillah, senangnya kakak lihat Atikah sehat dan wajah yang semakin berseri." Putra memeluk Tika sejenak dan melepas pelukannya lalu bersalaman dengan Angkasa. Tak lama muncul, Palupi, Dira juga Bi Siti, bercerita dan bercengkrama bersama. Ada kebahagiaan Atikah saat bertemu dengan orang-orang yang menolongnya, hanya ia sangat sedih saat berusaha mencari wanita yang dulu menolongnya dengan memberi tumpangan di warung ternyata telah meninggal menurut informasi dari beberapa pedagang yang buka warung di sekitar tempat itu, nenek yang menolong Atikah ditemukan telah meninggal saat satu hari penuh warung itu tidak buka, jasadnya ditemukan telah dingin. Bagi Atikah perjalanan hidupnya sangatlah tidak mudah, dari siksaan batin dari ibu tirinya lalu pengalaman menakutkan yang ia alami saa

