Julia kaget saat tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya dua orang laki-laki. Satunya Jeyhan satunya lagi entah siapa, terlihat tak kalah tampan, gagah dan yang pasti dari tampilannya ia pasti orang kaya. "Ini wanita yang aku ceritakan padamu, aku tidak main-main kan, ia akan bisa memuaskanmu kapan saja kau mau, bawalah, aku membelinya dengan harga cukup tinggi, jadi impas kan, aku sebenarnya berat melepasnya padamu, ia sangat memuaskanku tapi dari pada hal lain yang aku berikan sebagai jaminan karena kekalahanku saat berjudi tadi yah terpaksa, bawa saja dia." Teman Jeyhan mendekati Julia, dan kali ini Julia tak peduli pada siapa yang datang, ia sudah merasa tak berharga lagi, kini ia harus berpindah lagi, entah sampai kapan akan ada ujung, perlahan dalam diam tangannya meraih gunting yan

